PANGKALPINANG, 11 September 2026. BANGKA BELITUNG .sorootkabar com. Tidak digelarnya kompetisi Piala Soeratin kelompok usia U-13, U-15 dan U-17 tingkat Asprov PSSI Bangka Belitung (Babel) pada 2026 menuai kekecewaan dari sejumlah masyarakat dan pelaku sepak bola di daerah.
Kompetisi yang selama ini menjadi salah satu wadah pembinaan dan pencarian bibit pesepak bola muda tersebut dinilai sangat dinantikan oleh pemain, klub, maupun orang tua atlet.
Kekecewaan itu disampaikan Bachtiar Hamid, salah satu ketua klub sepak bola di Babel sekaligus Coach Babel Jaya FC. Ia mempertanyakan alasan kompetisi Soeratin 2026 tidak diselenggarakan oleh Asprov PSSI Babel.
Menurut Bachtiar, pihaknya sejak jauh hari telah mempertanyakan kepada pengurus Asprov PSSI Babel mengenai kepastian pelaksanaan kompetisi. Namun, menurut dia, informasi yang diterima klub dan masyarakat sepak bola dinilai belum cukup jelas.
“Kami merasa kecewa. Seharusnya kompetisi seperti Soeratin maupun Liga 4 tetap diupayakan. Kalau persoalannya anggaran, seharusnya bisa dibicarakan bersama pemilik klub untuk mencari solusi,” ujar Bachtiar.
Ia menilai tidak adanya kompetisi dapat berdampak terhadap kesempatan ratusan pemain muda Babel untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengembangkan kemampuan mereka.
Bachtiar juga meminta adanya keterbukaan mengenai alasan tidak terlaksananya kompetisi, termasuk terkait perencanaan dan dukungan anggaran. Ia berharap persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka oleh Asprov PSSI Babel kepada klub dan masyarakat sepak bola.
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan kesempatan untuk berkompetisi. Mereka membutuhkan wadah untuk berkembang,” katanya.
Ia juga mendorong seluruh pihak terkait, termasuk Asprov PSSI Babel, KONI Provinsi Babel, klub-klub sepak bola dan PSSI, untuk duduk bersama mencari solusi agar kompetisi usia dini dan pembinaan sepak bola di Babel tetap berjalan.
Bachtiar mengatakan, apabila benar terdapat keterbatasan anggaran, persoalan tersebut seharusnya dapat dibahas secara terbuka bersama klub dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, keputusan mengenai kompetisi tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyatakan akan mendorong pembentukan aliansi masyarakat pecinta sepak bola Babel. Aliansi tersebut, kata dia, berencana melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Babel, Ketua KONI Babel serta Ketua Umum PSSI untuk menyampaikan aspirasi terkait pembinaan sepak bola di daerah.
“Kami akan menyampaikan aspirasi ini secara resmi. Kami ingin ada pertanggungjawaban dan kejelasan mengenai pembinaan sepak bola, khususnya kompetisi usia muda,” tegasnya.
Bachtiar juga meminta agar evaluasi terhadap kepengurusan Asprov PSSI Babel menjadi bagian dari proses organisasi ke depan. Ia berharap kepengurusan berikutnya dapat lebih terbuka, komunikatif dan mampu memastikan kompetisi sepak bola berjalan secara berkelanjutan.
Catatan penting: untuk menjaga akurasi, informasi mengenai subsidi PSSI pusat dan dana hibah KONI sebaiknya tidak ditulis sebagai fakta sebelum ada data atau konfirmasi resmi. Asprov PSSI Babel juga perlu diberi ruang untuk menjelaskan alasan tidak digelarnya Soeratin 2026, termasuk persoalan anggaran dan agenda kompetisi.(**)











