BANGKA BELITUNG. sorootkabar.com. Dugaan kejanggalan dalam pencatatan penyaluran Solar subsidi kembali menjadi sorotan. Sebuah truk dump Mitsubishi Colt Diesel FE 74 HD bernomor polisi BN 8295 QY yang disebut berada di Pangkalpinang, Bangka Belitung, tercatat melakukan transaksi Solar subsidi di SPBU 34.138.06, Jakarta Timur, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 04.54 WIB.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tampilan sistem MyPertamina yang ditunjukkan kepada pemilik kendaraan, tercatat transaksi sebesar 73,31 liter. Pada saat yang sama, kuota harian kendaraan tercatat mencapai 0,00 liter.
Kejanggalan muncul karena pemilik menyatakan kendaraan tersebut tidak berada di Jakarta pada waktu transaksi. Kendaraan berwarna biru-kuning dengan tulisan “Sultan Muda” itu disebut berada di wilayah Pangkalpinang.
Pemilik kendaraan kemudian menghubungi pengelola SPBU terkait dan mempertanyakan bagaimana nomor polisi kendaraannya dapat tercatat melakukan pengisian di Jakarta. Pihak pengelola SPBU memberikan tanggapan bahwa transaksi tersebut akan diperiksa.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme verifikasi saat penyaluran BBM subsidi, khususnya pencocokan QR Code, nomor polisi, dan kendaraan secara fisik di lokasi pengisian.
Namun, dugaan penyalahgunaan atau duplikasi QR Code belum dapat dipastikan hanya berdasarkan catatan transaksi tersebut. Diperlukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV, data transaksi, identitas QR Code, log sistem, serta prosedur verifikasi petugas SPBU untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Pertamina Patra Niaga dan pihak terkait diharapkan melakukan penelusuran secara menyeluruh. Jika terbukti terjadi penyalahgunaan kuota atau pelanggaran prosedur, tindakan tegas perlu diberikan agar hak masyarakat atas BBM subsidi tidak dirugikan.
Kasus truk “Sultan Muda” ini menjadi perhatian karena memperlihatkan pentingnya sinkronisasi antara sistem digital dan verifikasi fisik di lapangan. Digitalisasi penyaluran BBM subsidi harus mampu memastikan kuota benar-benar digunakan oleh kendaraan dan pihak yang berhak.(***)











