PANGKALPINANG.3 Agustus 2026. sorootkabar.com.Ketua LBH Milenial Bangka Tengah, Dairi, S.H., yang akrab disapa Bung Dodoy, menyampaikan pandangannya terkait rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanfaatkan dana royalti timah sebagai salah satu sumber pembayaran pinjaman daerah untuk pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke.

Menurut Bung Dodoy, pembangunan rumah sakit merupakan program yang patut diapresiasi karena bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan pemanfaatan dana royalti timah tetap mengedepankan prinsip keadilan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung..

Royalti timah merupakan hasil pemanfaatan sumber daya alam yang berasal dari wilayah Bangka Belitung. Karena itu, pengelolaannya harus memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat, termasuk untuk pemulihan lingkungan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta pemberdayaan nelayan, petani, dan pelaku UMKM,” kata Bung Dodoy.
Ia menilai masih banyak daerah yang menghadapi tantangan ekonomi akibat menurunnya aktivitas pertambangan serta dampak kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu, menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan pengelolaan royalti tidak hanya difokuskan pada pembiayaan kewajiban tertentu, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan di seluruh daerah.

Bung Dodoy juga mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama DPRD Provinsi menyusun mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan dana royalti timah yang transparan, akuntabel, dan memperhatikan kepentingan seluruh kabupaten/kota.
“Prinsip keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam harus menjadi landasan utama. Setiap daerah yang berkontribusi dan terdampak aktivitas pertambangan berhak memperoleh manfaat yang proporsional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Ia berharap pembahasan mengenai pemanfaatan dana royalti timah dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, DPRD, akademisi, dan unsur masyarakat. Menurutnya, pelibatan berbagai pihak penting agar kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat Bangka Belitung.(***)