sorootkabar | PANGKALPINANG – Polemik kelangkaan BBM di pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung beberapa hari belakangan masih menjadi tanda tanya besar?.

Apa yang menjadi pemicu dibalik kelangkaan BBM tersebut? Apa karena pengaruh cuaca, para pengerit, pemilik Pertamini, para pemilik CV atau transportir BBM?.

Sejumlah spekulasi di atas bisa juga ia bisa juga tidak. Namun, informasi terbaru yang diperoleh tim redaksi, ada pemicu lain sehingga terjadinya krisis dan kelangkaan BBM di pulau Bangka beberapa hari ini.

Salah satu adanya distribusi BBM dari kilang Belinyu.

Yang jadi pertanyaan kenapa harus dari Belinyu?. Apakah minyak di Depo Pertamina Pangkalbalam tidak mampu menampung quota BBM yang disuplai dari kapal-kapal tangker?.

Apakah kapal-kapal tanker tidak bisa bersandar di depo Pertamina Pangkalbalam sehingga harus digeser dan bersandar di depo minyak Belinyu yang konon katanya milik Afuk.

“Di Belinyu stoknya banyak,” ujar sumber redaksi, Senin (17/11/2025) tadi malam.

Lanjut sumber, depo minyak Belinyu milik Afuk tersebut disebut di kontrak oleh Pertamina. Sementara, depo Pertamina Pangkalbalam sendiri memiliki 9 kilang minyak berkapasitas puluhan ribu ton.

“Salah satu penyebab kelangkaan BBM karena distribusinya banyak dari Belinyu. Sementara Pangkalbalam punya 9 kilang yang ukurannya puluhan ribu ton, tapi kenapa kapal banyak masuk ke Belinyu. Apakah tidak cukup,” kata sumber.

Sementara, Humas depo Pertamina Pangkalbalam Sandi belum memberikan tanggapan terkait banyaknya suplai BBM dari kilang Minyak Belinyu. Sementara, Afuk masih dalam upaya konfirmasi wartawan.