Sorootkabar.com – Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyoroti polemik yang tengah terjadi di sektor tambang rakyat di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Permasalahan utama yang menjadi perhatian adalah sulitnya penjualan hasil produksi tambang rakyat di wilayah IUP PT Timah Tbk, serta rendahnya harga beli bijih timah oleh mitra perusahaan.
Ketua Mada LMP Babel, Ferry Irawan, menilai persoalan tersebut dipicu belum dibayarkannya hasil pembelian pasir timah oleh PT Timah kepada sekitar 27 CV mitra. Total produksi yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai 3.000 ton.
“PT Timah hingga saat ini belum membayarkan hasil pembelian pasir timah kepada para CV mitra. Kondisi ini membuat para mitra mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak lagi memiliki dana untuk membeli hasil produksi penambang rakyat. Dampaknya, harga pasir timah di Belitung terus mengalami penurunan,” ujar Ferry saat menggelar pertemuan bersama jajaran pengurus LMP Babel di Warkop Papa, Pangkalpinang, Jumat (17/7/2026).
Ferry mendesak Direksi dan manajemen PT Timah Tbk segera menyelesaikan kewajibannya kepada para mitra agar aktivitas pembelian hasil tambang rakyat kembali berjalan normal. Menurutnya, kepastian pembayaran sangat dibutuhkan untuk meredam keresahan para penambang.
“Kami meminta PT Timah segera menyelesaikan pembayaran kepada CV mitra sehingga masyarakat penambang dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta pendidikan anak-anak mereka,” tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Pertambangan Markas Besar LMP, Kadrik S.H., M.H., C.Med atau yang akrab disapa Johan.
Johan memastikan aspirasi masyarakat Belitung dan Belitung Timur akan dibawa kepada Ketua Umum LMP H.M. Arsyad Cannu beserta jajaran Markas Besar LMP di Jakarta.
“Sebagai organisasi kemasyarakatan, kami harus hadir di tengah masyarakat dan peka terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan orang banyak. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan agar mendapat perhatian,” ujar Johan.
Minta Pemerintah dan Stakeholder Bertindak
Sementara itu, Ketua Markas Cabang LMP Belitung, Mulyadi, mengaku prihatin dengan kondisi pertambangan rakyat yang hingga kini masih dibayangi ketidakpastian harga timah.
Menurutnya, situasi tersebut semakin membebani masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertambangan.
“Kami sangat prihatin karena masyarakat saat ini benar-benar tertekan dengan harga beli timah yang tidak memiliki kepastian,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah konkret untuk memberikan kepastian bagi para penambang rakyat.
“Kami meminta pemerintah daerah dan seluruh stakeholder yang memiliki kewenangan segera mengambil kebijakan agar masyarakat penambang mendapatkan kepastian dan aktivitas tambang rakyat dapat kembali berjalan dengan baik,” tutup Mulyadi(**)











