BANGKA BARAT —jebus .sorootkabar.com Ketidakpastian aktivitas tambang timah jenis rajuk tower di kawasan DAS Kampak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, dikhawatirkan berdampak langsung terhadap perekonomian warga.
Sejumlah warga menyebut aktivitas tersebut selama ini menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang bekerja di sektor tambang. Penghasilan harian digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan sehari-hari.
Selain membuka lapangan kerja, warga menyebut terdapat kompensasi sekitar 20 persen yang selama ini dirasakan masyarakat, di antaranya untuk masjid, kelompok nelayan, dan kebutuhan sosial warga.

“Yang penting masyarakat bisa kembali bekerja dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah seorang warga Kampak.
Masyarakat meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menghadirkan solusi yang legal dan berkeadilan. Penataan aktivitas tambang di DAS Kampak dinilai perlu tetap memperhatikan perlindungan lingkungan sekaligus keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Warga berharap ada kepastian dan jalan keluar yang jelas agar penegakan aturan tidak berujung pada hilangnya mata pencaharian tanpa alternatif pekerjaan bagi masyarakat.

Catatan: Klaim mengenai status kawasan, legalitas tambang, serta besaran kompensasi perlu diverifikasi kepada instansi terkait agar pemberitaan tetap akurat dan berimbang(**)