Bangka.sorootkabar.com. — Aktivitas tambang yang sebelumnya menuai sorotan keras publik diduga kembali bergerak secara terang-terangan. Berdasarkan video yang diterima tim media, terlihat alat berat jenis excavator masih beroperasi di lokasi tambang, disertai aktivitas pembukaan lahan yang memicu kemarahan masyarakat.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan penegakan hukum. Publik mulai menyoroti peran PT Timah, Satgas Tri Cakti, serta aparat penegak hukum, khususnya Polres Bangka, yang dinilai belum menunjukkan tindakan tegas terhadap aktivitas tambang tersebut.
Dalam rekaman video berdurasi beberapa menit, tampak area tambang telah terkupas dan membentuk lubang besar.
Aktivitas alat berat terlihat berlangsung tanpa hambatan, sementara jalur tanah baru diduga sengaja dibuka untuk mendukung operasional tambang.
Sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut aktivitas tersebut diduga dikelola oleh sebuah CV yang disebut merasa aman karena adanya dugaan dukungan dari oknum tertentu.
Di lapangan disebut ada personel TNI yang turun dan berjaga. Itu sebabnya aktivitas tetap berjalan dan seperti tidak tersentuh,” ujar sumber kepada media ini.
Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik. Jika dugaan itu benar, maka persoalan ini dinilai tidak lagi sekadar menyangkut tambang ilegal dan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyentuh isu integritas aparat dan wibawa penegakan hukum di Bangka Belitung.
Sorotan tajam kini mengarah kepada PT Timah dan Satgas Tri Cakti yang sebelumnya disebut aktif melakukan penertiban tambang. Namun hingga kini, masyarakat menilai belum ada langkah nyata yang mampu menghentikan aktivitas di lokasi tersebut.
Kekecewaan masyarakat pun semakin terbuka. Banyak warga mempertanyakan mengapa aktivitas tambang berskala besar yang menggunakan alat berat justru terkesan bebas beroperas
Polres Bangka juga menjadi sasaran kritik karena dinilai belum menunjukkan langkah konkret terhadap dugaan aktivitas tambang yang kembali berjalan tersebut. Padahal, aktivitas alat berat disebut berlangsung secara terbuka dan mudah terlihat di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV yang disebut dalam informasi lapangan, PT Timah, Satgas Tri Cakti, maupun Polres Bangka belum memberikan keterangan resmi terkait aktivitas yang terekam dalam video tersebut.(***)










