BELITUNG TIMUR –7 agustus 2026 sorootkabar.com.Ketegangan antara masyarakat penambang dan PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, dilaporkan memuncak pada Jumat (7/8/2026). Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan telah terjadi aksi massa yang berujung pada kebakaran di area kantor PT Timah. Namun, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kronologi lengkap, penyebab pasti kejadian, besaran kerugian, maupun adanya korban.
Berdasarkan informasi yang beredar, aksi tersebut diduga dipicu oleh keresahan para penambang terkait terhentinya aktivitas transaksi bijih timah di tingkat kolektor. Kondisi itu disebut berdampak pada perekonomian masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor pertambangan.
Sejumlah warga berharap adanya kepastian mengenai mekanisme pembelian hasil tambang, penetapan harga, serta proses penimbangan yang dinilai lebih transparan dan memberikan rasa keadilan bagi penambang. Aspirasi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan agar persoalan tidak terus berlarut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tata kelola sektor pertambangan timah di Bangka Belitung membutuhkan komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Kepastian regulasi, transparansi pelaksanaan RKAB, serta perlindungan terhadap mata pencaharian masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Masyarakat berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemerintah kabupaten, PT Timah, aparat keamanan, dan seluruh pihak terkait segera membuka ruang dialog guna mencari solusi yang adil dan bermartabat. Penyelesaian melalui musyawarah dinilai jauh lebih bermanfaat dibandingkan tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi semua pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu keterangan resmi dari PT Timah, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian terkait kronologi kejadian serta langkah-langkah penanganan yang akan dilakukan. Berita ini akan diperbarui apabila telah diperoleh informasi resmi dari pihak-pihak terkait.(***)











