Pangkalpinang.sorootkabar.com. INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus mewujudkan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian produktif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Kelurahan Binaan dengan pemanfaatan kompos produksi Lapas Pangkalpinang pada tanaman kelapa sawit dan nanas di Kebun Adat Melayu Kelurahan Tuatunu Indah, Jumat (15/5).

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan pemanfaatan kompos produksi Lapas terus menunjukkan manfaat nyata dalam mendukung sektor pertanian, khususnya pada tanaman sawit. Kompos ini telah berhasil diuji melalui demplot bersama kelompok tani di Pulau Bangka, bahkan pengembangannya direncanakan meluas hingga Belitung.

“Kami berharap program ini tidak hanya berorientasi pada pembinaan Warga Binaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan bersinergi bersama Lembaga Adat Melayu (LAM) Tuatunu indah,” ujar Sugeng.

Sugeng menambahkan, Kelurahan Tuatunu Indah merupakan sentra produksi nanas di Bangka Belitung yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Oleh karena itu, Program Kelurahan Binaan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan keterampilan dan pengalaman kerja bagi Warga Binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

“Semoga pemanfaatan kompos ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, serta sinergi yang terjalin dapat membawa keberkahan dan keberlanjutan bagi kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Gerunggang, Richad Syam, menyampaikan apresiasi terhadap Program Kelurahan Binaan yang diinisiasi oleh Lapas Pangkalpinang, khususnya dalam mendukung sektor perkebunan, penghijauan, dan ketahanan pangan di Kelurahan Tuatunu Indah. Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan upaya pengembangan ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan dukungan masyarakat dan LAM, sehingga program ini dapat berjalan baik, membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat, harapnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menyampaikan bahwa Program Kelurahan Binaan menjadi bentuk lanjutan kerja sama antara Lapas Pangkalpinang dan Kelurahan Tuatunu Indah dalam mendukung ketahanan pangan. Program tersebut juga merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan menjangkau kelurahan lainnya melalui berbagai bidang pembinaan, sekaligus menjadi bentuk laporan dan dukungan kepada Wali Kota Pangkalpinang dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung” sebut Ade.

Ade menjelaskan bahwa kompos Lapas Pangkalpinang berasal dari fly ash limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara PLTU yang diolah kembali untuk mendukung sektor pertanian. Ke depan, hasil pertanian nanas juga akan dikembangkan melalui hilirisasi bersama UMKM menjadi produk turunan yang bermanfaat dalam bentuk makanan dan minuman.

“Kegiatan ini akan kami laporkan kepada pimpinan pusat, sekaligus mengharapkan dukungan pers untuk terus mempublikasikan kegiatan positif Pemasyarakatan. Dukungan masyarakat dalam pengawasan Warga Binaan yang menjalani pembebasan bersyarat juga dibutuhkan agar pembinaan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Tuatunu Indah, perwakilan LAM, kelompok tani, dan Karang Taruna Tuatunu Indah, serta Kepala Kepolisian Sektor Gerunggang, Komandan Rayon Militer Tamansari, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Bangka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Lapas Pangkalpinang dan masyarakat Tuatunu Indah serta stakeholder semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang mandiri, produktif, dan bernilai guna untuk mendukung kesejahteraan serta pengembangan potensi daerah. (***)