Bangka — sorootkabar.com.Institusi Kepolisian kembali ditampar keras oleh kelakuan bejat anggotanya sendiri. Bukannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tiga oknum polisi yang berdinas di Polda Bangka Belitung berinisial DM, ID, dan AM diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pencurian timah secara masif dengan total muatan fantastis mencapai 100 ton di kawasan Smelter Jelitik, Sungailiat
Aksi memalukan yang mencoreng Korps Bhayangkara ini terendus setelah isi obrolan WhatsApp internal yang mengutuk tindakan bejat mereka bocor ke publik. Tiga serangkai berseragam cokelat ini sukses bikin malu institusi setelah nekat merampok aset komoditas berharga di wilayah hukum mereka sendiri.Kabid Propam Diminta Turun Tangan, Desakan Sanksi Pidana MencuatKebocoran informasi mengenai keterlibatan DM, ID, dan AM langsung memicu gelombang amarah di internal maupun eksternal kepolisian.
Berdasarkan pesan instruksi yang beredar luas, desakan keras dilayangkan kepada Kabid Propam Polda Babel agar tidak memberikan ruang napas sedikit pun bagi ketiga pelaku.”EMANG BRENGSEK ANGGOTA2 INI, PAK KABID PROPAM PROSES ANGOTA2 INI PIDANA DAN KKEP… BIKIN MALU POLDA AJA KALAU BEGINI TERUS,” bunyi potongan pesan bernada murka yang beredar di kalangan terbatas, menggambarkan betapa geramnya internal kepolisian atas kelakuan miring para oknum tersebut.Kasus ini tidak hanya menuntut penyelesaian di sidang etik (KKEP) berupa Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH), melainkan harus diseret ke ranah pidana umum demi mempertanggungjawabkan lenyapnya ratusan ton timah tersebut.Pengawasan Melekat Kasatker dan Kasatwil DipertanyakanSkandal pencurian skala besar di Smelter Jelitik ini membuka tabir rapuhnya pengawasan internal kepolisian di Babel. Akibat insiden ini, para Kasatker (Kepala Satuan Kerja) Polda dan Kasatwil (Kepala Satuan Wilayah) langsung mendapat teguran keras untuk memperketat Pengawasan Melekat (Waskat) terhadap seluruh personel.Pimpinan wilayah meminta dengan tegas agar komandan di setiap lini bertanggung jawab penuh atas kelakuan anak buah mereka di lapangan. Publik kini menuntut transparansi total dari Polda Bangka Belitung untuk segera menangkap, menahan, dan mengekspos wajah ketiga oknum pencuri timah tersebut ke hadapan publik. Sanksi tegas tanpa pandang bulu menjadi harga mati jika institusi ini tidak ingin kehilangan sisa-sisa kepercayaan masyarakat.(***)










