Pangkalpinang .sorootkabar com.~~~Di tengah lambatnya jaring pengaman sosial pemerintah, sektor swasta mulai mengambil alih kendali kemanusiaan. Pengusaha Toko Pupuk Gandaria, Dwi Sepiyarto dan istrinya, Maya, melancarkan aksi intervensi pangan senyap dengan menyasar langsung titik rawan kemiskinan di Kecamatan Gerunggang 15/05/2026.

Langkah agresif pasangan suami istri ini menjadi tamparan keras sekaligus jawaban nyata atas jeritan isi perut kaum marginal yang kian terhimpit inflasi bahan pokok.

Operasi kemanusiaan bertajuk “Jumat Berkah” ini langsung menyusup ke jantung pertahanan warga Masjid Ar Rohim, Kelurahan Air Kepala Tujuh.
Sebanyak 60 paket sembako premium yang berisi komoditas krusial seperti beras, minyak goreng, dan gula disalurkan secara taktis untuk memotong ketergantungan warga pada tengkulak.

Investigasi lapangan menunjukkan aksi ini didesain matang bersama otoritas lokal untuk memastikan logistik tidak salah sasaran.
Tiga klaster sosial paling rentan kaum duafa, anak yatim, dan para janda menjadi target utama operasi ini.Ketua RT 07 RW 03 Kelurahan Air Kepala Tujuh, Bahtiar Hamid, yang mengawal ketat distribusi di lapangan, menegaskan bahwa pergerakan ini murni didorong oleh komitmen personal sang pengusaha.

“Agenda Jumat Berkah Bapak Dwi Sepiyarto ini dieksekusi atas dasar satu misi tunggal, yaitu ingin berbagi kebahagiaan bersama warga yang selama ini terabaikan oleh birokrasi bantuan formal,” tegas Bahtiar Hamid saat diwawancarai di lokasi pembagian.
“Tiap Bulan Harus Naik!”Sorotan utama tertuju pada Maya, istri sang pengusaha, yang memimpin langsung pembagian di garis depan. Dirinya menolak aksi ini disebut sebagai gerakan musiman atau sekadar formalitas korporasi semata.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan satu bulan sekali dan insyaallah akan meningkat dalam setiap bulannya,” kata Maya dengan nada tajam, mengunci komitmen sosialnya di hadapan massa yang memadati pelataran masjid.Pernyataan ini menjadi kontrak sosial baru antara gurita bisnis lokal dan masyarakat miskin kota. Sinyal peningkatan volume bantuan menunjukkan bahwa Toko Pupuk Gandaria sedang membangun benteng ketahanan pangan mandiri bagi warga sekitar, sekaligus menyindir mandulnya program bansos daerah.Jeritan Janda 65 Tahun
Suara dari akar rumput mengonfirmasi betapa krusialnya pasokan pangan non-pemerintah ini.
Bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan, 60 paket ini adalah penyambung nyawa di tengah meroketnya harga kebutuhan dapur sehari-hari.Vera (65), seorang janda yang menjadi salah satu penerima manfaat, tidak dapat menyembunyikan ketergantungan publik pada aksi pasutri pengusaha pupuk ini.”Sangat berterima kasih atas pemberian sembako ini dan semoga Bapak Dwi bersama istri murah rezeki dan sukses terus sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap bulan,” cetus Vera dengan mata berkaca-kaca.

Ucap syukur Vera sekaligus menjadi alarm bagi Dwi dan Maya: komitmen yang sudah dideklarasikan kini dinanti, ditagih, dan diawasi langsung oleh mata publik Air Kepala Tujuh setiap bulannya.(***)