BANGKA BARAT,sorotkabar.com. Selasa (27/4/2026) — Hilangnya pelajar 13 tahun, Doni Kurniawan, selama tiga hari akhirnya terungkap. Doni ditemukan selamat sekitar pukul 17.00 WIB di Surau Nurul Adzatun, Kampung Tanjung Tengah, Mentok, setelah laporan warga yang curiga melihat anak dengan ciri-ciri sesuai informasi orang hilang. Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Yos Sudarso memastikan identitas korban setelah personel turun langsung ke lokasi. “Begitu mendapat informasi, anggota langsung bergerak. Setelah dicek, benar itu Doni,” ujar Yos.
Sebelum ditemukan, Doni diketahui telah berada di Mentok selama dua hari, sempat terlihat di kawasan pasar ikan hingga akhirnya berada di sekitar surau. Peran warga menjadi kunci, termasuk Dodi yang melaporkan ke polisi, sementara warga lainnya memberi makan dan memastikan kondisinya tetap aman. Dari hasil pemeriksaan awal, Doni mengaku pergi sendiri tanpa paksaan dan tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Fakta ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana seorang anak di bawah umur bisa meninggalkan lingkungan pendidikan dan bertahan di luar selama berhari-hari tanpa terdeteksi lebih awal?
Kasus ini bermula saat Doni meninggalkan Pondok Pesantren Al Fatah, Mendo Barat, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB dengan alasan ingin pulang karena sakit, namun tak pernah sampai ke rumah hingga memicu kepanikan keluarga dan pencarian intensif. Polisi mengapresiasi peran masyarakat dalam percepatan penemuan korban. Namun, peristiwa ini tetap menyisakan sorotan terhadap sistem pengawasan di lingkungan pendidikan serta respons awal penanganan anak hilang.
Media ini membuka ruang klarifikasi dari pihak pesantren maupun keluarga guna menjaga keberimbangan informasi.(***)